Sabtu, 31 Oktober 2009

EFIKASI HERBISIDA PENDIMETALIN UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. ascalonicum)

Bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) merupakan sayuran rempah yang cukup populer di kalangan masyarakat yang memiliki banyak manfaat, selain sebagai bumbu penyedap rasa juga sebagai obat tradisional. Dalam upaya peningkatan produksi melalui pengembangan budidaya, gulma merupakan faktor penghambat sehingga perlu dikendalikan. Salah satu teknik pengendalian gulma yang digunakan yaitu secara kimiawi menggunakan herbisida.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) efikasi herbisida pendimetalin dalam mengendalikan gulma pada tanaman bawang merah, (2) perbedaan komunitas gulma setelah aplikasi herbisida pendimetalin, (3) fitotoksisitas atau keracunan tanaman bawang merah akibat aplikasi herbisida pendimetalin.

Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Ilmu Gulma, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Agustus hingga November 2007. Penelitian dilakukan dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu dosis pendimetalin 330, 495, 660, 990 g/ha, penyiangan mekanis, dan kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) herbisida pendimetalin dengan taraf dosis 330 g/ha sudah dapat mengendalikan pertumbuhan gulma total hingga 6 MSA, (2) gulma dominan Cleome rutidosperma dan Cyperus rotundus tidak dapat dikendalikan hingga 6 MSA. Sedangkan gulma dominan Amaranthus spinosus dapat dikendalikan hingga 6 MSA, (3) aplikasi herbisida pendimetalin menyebabkan terjadinya perubahan komunitas gulma pada 2 dan 6 MSA, (4) herbisida pendimetalin pada berbagai taraf dosis yang diujikan tidak meracuni tanaman bawang merah hingga 8 MSA.

0 komentar: